Bimbang

Entah mengapa pagi ini terlalu biasa, memecah kesunyian ku begitu dalam. Merongrong hingga fajar tiba dan pergi dalam fatamorgana. Apakah itu sepi? entahlah, mungkin itu hanya sebuah rasa hampa, benci dan sendiri.

Dan.. Bila malam t’lah datang, Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

Tentang perasaan terkasih yang entah mengapa merasuk begitu dalam, mengalun tulus hingga relung hati. Apakah itu pertanda cinta? Atau apakah kau tau arti rindu?

Kata orang rindu itu indah, Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan Untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila
Kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada
Disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Pantaskah aku membenci? hati ini terus berdentang hebat. Menanti apakah ada jalan yang kau pilih untuk tidak menyakiti rasa yang lain… Sekali lagi.
Atau kau akan terus bertahan dengan rasa yang kau anggap sebuah pembenaran atas apa yang kau pilih.

Ku peluk semua indah hidupku, Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta Bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang
Separuh diriku

Bimbang – Hexa prayoga Veat. Melly Goeslaw

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: