Menyelami eksotika dasar laut ‘Pulau Pramuka’ di kepulauan Seribu

“Dive..Dive..Go..Dive…”

Sepenggal yel-yel penyemangat yang dahulu saya dan teman-teman lakukan sebelum melakukan penyelaman kembali teringat. Romansa 5 tahun yang lalu muncul lagi seakan mengembalikan kenangan masa lampau sewaktu masih aktif kuliah di salah satu universitas di Bogor.

Kenangan ini merupakan salah satu pengalaman terhebat yang pernah saya lakukan karena jangankan mau menyelam, membaca eh… berenang saja sulit. Hahaha😀 maklum saja dengan skill yang masih pas-pasan saat itu saya coba untuk ‘nekat’ bergabung dengan salah satu klub selam di kampus yang bernama Naarboven Diving Club atau yang biasa disingkat NDC. Organisasi ini berada di Lab. Keselamatan Kerja dan Observasi Bawah Air, biasanya dikenal dengan nama Lab. Toba, dan digawangi oleh Der’mentor’ Bobi Jimbo dan gengnya🙂 (ampun bang kalo baca tulisan ini) hehehe.

Klub selam ini saya ikuti karena paling ‘selaw’ dikampus, dan tujuannya hanya untuk fun diving bukan untuk scientific diving, yah semacam itulah, intinya ‘selaw-selaw’😛 oh iya… klub ini juga berafiliasi dengan CMAS (Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques) dan bernaung dibawah POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) sehingga surat izin selam yang dikeluarkan oleh klub dapat berlaku tidak hanya untuk lokal saja tetapi juga internasional.

Latihan dan Latihan…

Menjadi seorang penyelam (diver) ternyata tidak mudah karena selain harus bisa berenang, juga harus mempelajari hal-hal baru antara lain fisika penyelaman, peralatan-peralatan pendukung penyelaman, kode-kode dan prosedur buddy system, kesehatan penyelaman, lingkungan penyelaman, hewan-hewan yang harus diwaspadai di laut, dan yang tak kalah penting adalah prosedur apabila terjadi keadaan darurat. Kesemuanya itu menjadi makanan ‘wajib’ bagi kami yang mau lolos untuk mendapatkan surat izin menyelam.

Benar-benar pusing juga saat itu karena selain harus latihan kolam tiap minggu juga harus mengikuti sesi kuliahnya. Cukup padat tapi fun karena dinikmati bersama-sama dengan rekan-rekan yang lain sehingga hampir tidak terasa. Hahaha… padahal ‘bolong-bolong’ latihan dan sesi kuliahnya😀

Banyak hal yang saya dapatkan dari klub selam ini, ternyata ‘bisa’ berenang saja belum cukup untuk menjadi penyelam. Pada dasarnya berenang itu terbagi menjadi dua, ada berenang gaya ‘kali’ dan berenang gaya ‘efektif’ yang tidak menguras banyak tenaga. Nah, disini yang ditekankan adalah hal kedua dimana berenang harus menggunakan gaya yang efektif untuk menghemat tenaga selama beraktifitas di lautan lepas. Dan yang tak kalah penting pola ritme nafas itu sangat menentukan ketenangan kita, hal ini berguna disaat menyelam karena apabila kita panik maka cenderung akan menghabiskan banyak oksigen ditabung, tentunya sangat membahayakan kalau sampai kita kehabisan oksigen bukan… Hali ini membuat saya untuk terus bersyukur atas oksigen yang saya hirup secara ‘gratisan’ dan bebas di alam ini.

Perlahan-lahan tapi pasti akhirnya saya coba untuk pelajari materi-materi teknis dari para Der’mentor’ dengan baik. Walaupun masih ‘cupu’ akan tetapi demi untuk mencapai mimpi harus tetap optimis dan semangat gan up..up..up..

Singkat cerita setelah latihan keras selama berminggu-minggu, kata abang Gie “Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa, pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui” halagh…😀 saatnya penilaian terhadap latihan kolam telah tiba, saat yang menentukan apakah saya dapat lanjut untuk mengikuti ke tahapan berikutnya yaitu latihan perairan terbuka atau tidak. Cukup berat test kolamnya, kalau saya bilang ini sebanding dengan latihan berat yang dilakukan sebelumnya.

Testnya antara lain berenang 200 m non-stop (kalau tidak salah), apnea (berenang didalam air) sepanjang 12 meter, water trappen (mengapung) 10 menit, dan berenang dengan fin swimming 600 m (kalo tidak salah). Walaupun harus mengulang apnea karena dianggap kurang sempurna akhirnya lulus test kolam, yuhuu… tidak sabar menantikan latihan diperairan terbuka.

Latihan Perairan Terbuka – Pulau Pramuka

Destinasi tujuan kami untuk tahap berikutnya adalah latihan perairan terbuka di Kepulauan Seribu, tepatnya di pulau Pramuka. Persiapan alat dan persiapan perjalanan memang sedikit agak ‘rempong’ karena kami harus mempersiapkan perjalanannya sendiri walaupun tetap dibantu oleh para ‘mentor’ apabila ada hal yang masih kurang. Membawa peralatanpun tak kalah sibuknya karena harus membawa peralatan seperti BCD (Buoyancy Compensator Device) dan juga membawa peralatan dasar atau skin diving. lumayan berat sih… tetapi masih beruntung karena tabung selam sudah disewa di pulau Pramuka, kalau dibawa sendiri gak kebayang deh bawanya gimana, yang pasti ‘rempong banget’😀

  

Ilustrasi: Pemandangan pelabuhan kapal di Muara Angke (Dok. Hexa Prayoga)

Aroma pelabuhan cukup kental pagi itu, Muara Angke adalah lokasi pemberangkatan kami menuju ke Pulau Pramuka dengan menggunakan angkutan kapal yang biasa beroperasi di Kepulauan Seribu. Ternyata tidak hanya kami yang berencana diving ke laut, banyak juga orang-orang yang membawa peralatan serupa walaupun ada juga yang secara khusus menyewa kapal untuk keberangkatan mereka ke pulau tertentu.

Butuh waktu kurang lebih 2.5 jam untuk sampai ke Pulau Pramuka, perjalanan yang sangat mendebarkan karena kapasitas penumpang melebihi kapasitas yang tersedia. Hmm… sepanjang perjalanan saya hanya bisa berdoa dan bersiap apabila ada situasi yang tidak kondusif😦

Baru sejenak menghirup udara bebas dan menginjakkan kaki di pulau Pramuka kami langsung bergegas memindahkan peralatan ke penginapan yang sudah disewa sebelumnya. Kemudian untuk keperluan konsumsi kami ‘meminta bantuan’ warga sekitar untuk menyiapkan makanan sekedarnya untuk makan sehari-hari selama kami selama bergiat di Pulau Pramuka😀 maklum mahasiswa gan.

Siang sampai menjelang malam kami mulai menyiapkan peralatan dasar di salah satu dermaga pulau Pramuka, karena menu hari itu adalah skin diving (snorkeling) yaitu memantapkan materi skin diving di perairan terbuka. Berenang di laut sangat berbeda dengan di kolam renang, di laut daya apungnya cenderung  lebih besar dari pada di air tawar sehingga lebih menghemat tenaga untuk mengapung akan tetapi tekanannya juga jauh lebih besar saat menyelam ke dalam air sehingga teori-teori tekanan dalam fisika penyelaman mulai terasa efeknya dan sesi kuliah mulai ada manfaatnya juga nih dilapangan🙂

Keesokan harinya adalah saat yang paling saya tunggu-tunggu karena akhirnya saya bisa merasakan menggunakan peralatan selam di lautan lepas… terlebih saat itu kami diajarkan teknik baru untuk  memasang BCD (Buoyancy Compensator Device) langsung saat di air, jadi BCD yang sudah dikembangkan udaranya dan sudah disetting dengan tabung dan regulator dimasukkan terlebih dahulu ke air kemudian penyelam turun ke air untuk memasang alat tersebut ke badan dengan cara ‘berputar’ didalam air. Hehehe, susah menjelaskannya, nanti dicoba sendiri saja ya *,*

Perlangkapan yang dibutuhkan selama melakukan penyelaman

Diving di Pulau Pramuka kali ini dirancang untuk dilakukan sebanyak 3x, yaitu:

Penyelaman pertama untuk latihan perairan terbuka dengan kedalaman kurang lebih 5 meter, testnya antara lain kode-kode penyelaman, mask clearing di dalam air, keseimbangan buoyancy didalam air, lepas masker, buddy system, penanganan masalah didalam air seperti berbagi regulator dengan buddy yang kehabisan oksigen, dan yang paling penting beradaptasi dengan tekanan dan lingkungan di bawah air.

Penyelaman kedua merupakan penilaian terhadap latihan perairan terbuka sebelumnya dimana instruktur akan memberikan penilaian terhadap instruksi-instruksi yang diberikan kepada penyelam. Instruksi-instruksi nya seputar hal-hal saat penyelaman sebelumnya. Setelah penilaian, akhirnya kami dianggap sudah oke😀 sepertinya sih begitu. Lalu dilanjutkan dengan foto-foto dibawah air dan jalan-jalan sebentar sekedar menghabiskan sisa oksigen ditabung.

Penyelaman ketiga dilakukan keesokan harinya saat air jernih dan matahari cukup cerah untuk melakukan fun diving di spot-spot yang sudah ditentukan oleh instruktur. Saya sangat bersemangat untuk dive kali ini, dan tidak lupa untuk mengisi log book setiap kali melakukan penyelaman (ini yang paling malas dilakukan :D)

 

Dokumentasi foto selama melakukan kegiatan selam di Pulau Pramuka

Pada dive ini saya dipasangkan dengan uchok sebagai buddynya dan didampingi oleh satu orang mentor. Uchok beberapa kali bermasalah dengan tekanan saat turun dimana dia kesulitan dalam papping atau menyesuaikan tekanan digendang telinga saat turun sehingga beberapa kali naik keatas lagi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Akhirnya setelah uchok bisa menyesuaikan diri kami pun mulai beranjak untuk menyelam. Yeaah… dive go dive…tapi sayangnya kami tertinggal jauh dari rombongan besar dan sulit untuk mencari mereka karena pandangan yang keruh di kedalaman yang masih relatif dangkal.

Kami pun akhirnya mengikuti naluri saja, namanya juga fun diving. Sebelum menyelam instruktur sudah mewanti-wanti bahwa kedalaman untuk kami (One Star Scuba Diver) hanya berkisar 15-18 meter saja, tapi karena terlalu keenakan menyelam sehingga saya menyelam hingga 20an meter😛 Habisnya seru lho menyelam bareng penyu dan menikmati indahnya terumbu karang yang masih cukup baik kondisinya, seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Keren…

 

Ilustrasi:  Terumbu karang dan penyu laut di kepulauan Seribu

Oksigen kami akhirnya mulai menipis dan mentorpun memerintahkan untuk naik keatas. Dengan perlahan-lahan kami pun mulai muncul ke permukaan, hal selanjutnya yang kami lakukan adalah mencari kapal yang sudah kami sewa untuk mengangkut kami kembali ke daratan. Agak sulit memanggil kapal tersebut karena posisi kami yang sudah terlalu jauh dan berada di gugusan karang mati sehingga kami harus sedikit berenang mendekati kapal sekaligus menghindari gugusan karang tersebut.

Untuk memanggil kapal kami membenturkan potongan karang mati ke tabung selam sehingga membunghasilkan bunyi-bunyian dan akhirnya kami mendapat perhatian dari kapal dan mulai mendekat. Berhasil melewati gugusan karang saja cukup sulit terlebih lagi ternyata banyak hewan bulu babi yang bergerombol menghadang kami sehingga kami beberapa kali harus bermanuver untuk melewati gerombolan bulu babi tersebut. Sial bagi mentor kami yang terkena bulu babi  sehingga terlihat cukup kesakitan terkena efek tusukan bulunya yang mengandung zat tertentu yang konon cukup berbahaya apabila tidak segera ditangani.

Setelah semua anggota sudah terkumpul kemudian diadakan sedikit briefing oleh instruktur kami, sedikit mereview apa-apa saja yang menjadi catatan selama fun diving yang dilakukan sebelumnya. pengecekan alat pun dilakukan oleh instruktur dan bagi mereka yang melanggar batas kedalaman tentunya akan mendapat hukuman. Sadar telah melakukan kesalahan kami pun mendapatkan hukuman ‘push up‘ buanyak banget…😦 Yah, walaupun berat saya kira hukuman ini cukup setimpal karena olahraga diving memang terkenal cukup berbahaya, sehingga safety sangat ditekankan oleh para instruktur dalam setiap aktivitas penyelaman.

Senja di kepulauan seribu (Dok. Hexa Prayoga)

Senjapun sayup-sayup tenggelam di ufuk barat pulau ini, meninggalkan eksotisme panorama pantai yang indah dan melupakan sejenak keletihan kami setelah seharian mengeksplorasi dasar laut pulau Pramuka.

Setelah seharian bermain dengan alam kami pun kembali ke penginapan untuk beristirahat, mengembalikan energi kami yang terkuras habis di lautan dan bersiap untuk keesokan harinya kembali ke kampus dengan membawa ‘oleh-oleh’ kulit hitam eksotis, otak-otak ikan, dan manisan rumput laut buatan warga sekitar😀

Eits.. ini belum selesai lho, masih ada satu ujian lagi yaitu ujian tertulis. Ujian ini dikumpulkan ke instruktur di Lab Toba sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi selam.

Sampai sekarang saya masih rindu untuk menyelam lagi, Sayang… karena kesibukan kerja setelah lulus kuliah belum sempat lagi ke kampus di Darmaga, Bogor untuk mengambil SIM (Surat Izin Menyelam) dan gelar sarjana ‘One Star Scuba Diver’. mungkin next timewith next destination… I Hope😀 haha

2 Comments

2 thoughts on “Menyelami eksotika dasar laut ‘Pulau Pramuka’ di kepulauan Seribu

  1. waaah enak ya udah punya SIM. dulu gue ke Pramuka cuma snorkeling doang

  2. Saia masih newbie kk.. Ajarin saia doong kk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: