Kuliah, Kerja, dan Naik Gunung

Tidak terasa, sudah 6 tahun berlalu sejak pendakian resmi perdana saya tahun 2006 bersama rekan-rekan semasa kuliah dahulu di Bogor. Hal ini mengingatkan kembali begitu banyak kenangan manis dan pahit yang tidak bisa terlupakan disana. Bahkan hingga saya bekerja dan hingga saat inipun momen selama perjalanan tersebut tidak dapat dilupakan.


view pemandangan pangarango dan perjalanan menuju Mandalawangi

Mendaki gunung lewati lembah sebenarnya bukanlah hal yang asing terdengar terutama bagi keluarga saya. Semenjak kecil kami (saya dan kakak2) sudah diperkenalkan terutama oleh ayah saya yang suka berpetualang jogging lintas alam melewati hutan, lembah, gunung, dan persawahan. Katanya (Ayah) sih mengenang masa mudanya dulu yang serba kesulitan dimana untuk mencapai sekolah saja harus berjalan kaki puluhan kilometer jauhnya. Yah apapun itu akhirnya menurun kebiasaan tersebut terutama kepada saya, sehingga jadi terbiasa jalan kaki😀 sebenernya irit ongkos juga sih. Hehehe. Biasanya sih yang menurut orang lain itu jauh menurut saya itu tidak terlalu lah, hitung-hitung olah raga.

Kebiasaan tersebut hingga saat ini masih cukup terasa, sehingga saat masih bekerja pun keinginan untuk ‘naik gunung’ kembali mencuat ke permukaan. Karena selain melepas kepenatan dengan rutinitas kantor yang begitu padat juga melepaskan rindu akan menghirup udara segar alam bebas dan mellihat rimbunnya pepohonan hijau.

” Mumpung masih muda, masa belom pernah naek gunung

Itu kata-kata yang ampuh untuk ‘ngomporin’ rekan-rekan satu kantor😀, soalnya kebetulan divisi saya saat itu isinya anak-anak muda, seumuran lah, jadi masih asik ‘ngomporin’nya. Karena kalau sudah punya ‘buntut’ (Anak,Bini-red) biasanya susah tuh untuk diajak-ajak, apalagi naik gunung… biasalah urusan rumah tangga, gak enak juga kan pulang-pulang dari gunung ada peristiwa “piring terbang”. Hahaha, agak lebay juga sih, tapi menurut saya itu sebenernya cuma alasan untuk menutupi kondisi perut mereka yang semakin membuncit😀 hehehe.

 
kenangan naik gunung bersama rekan-rekan kantor dan teman-teman kampus di Bogor

Masa Kuliah Masa yang berapi-api

Kesempatan untuk melanjutkan kuliah Alhamdulillah telaksana sekitar akhir tahun 2010. Dan sebagai catatan, kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, banyak hal yang harus diadaptasi dengan cepat dan tepat, dan hal yang lain terkadang kita harus mengorbankan salahsatu hal, apakah itu kepentingan kuliah atau bekerja, biasanya sih kuliah yang mengalah😀 kalau kerjaan yang mengalah bisa dipecut (dipecat-red)😛 . Dan karena kepadatan studi itulah, pada akhir tahun 2010 saya memutuskan untuk off dari kerjaan dahulu.

” Hmm… kalau off kerjaan enaknya mau ngapain ya? Masa kuliah doang sih, kayaknya gak seru deh!! “

Itu pikiran saya saat pertama kali memutuskan untuk berhenti bekerja, dan keinginan-keinginan masa muda itu akhirnya muncul lagi…”Naik gunung cuyy… yeah!!”. Sebenarnya sedikit bingung juga sih apakah nantinya kalau ikut organisasi ‘penikmat alam’ di kampus akan mengganggu jadwal kuliah?? Yah coba saja dulu😀 hehe. Yah lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba sama sekali, menyesal selalu diakhir bukan begitu sodara-sodara setanah air?😀

Dengan pertimbangan yang cermat, cepat, dan teliti. Diselingi juga dengan doa dan air mata😛 sadis coooy… akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mendaftar organisasi ‘penikmat alam’ tersebut karena adrenalin masa muda ini masih begitu kuat sehingga perlu diarahkan kearah yang positif😀 tetapi dengan catatan tidak merusak nilai kuliah (SPP nya mahal cooyyy, jangan sampe ngulang) dan tetap memperhatikan jenjang karir yang akan diraih dimasa depan. Cadass…😀

” Kalo kata Alm. Om Budi Laksmono ‘Hidup Harus Lebih dari Sekedarnya’ “

Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik dengan pak Dosen akhirnya tahun 2011 bisa ‘gawe’ juga di lingkungan kampus. Ibarat mendapatkan durian runtuh atau ibarat sekali mendayung 2,3,4,5,6,7,8 pulau terlampaui😀 hehehe. Kuliah jalan, kerja juga, naek gunung iyoo.. mantap!!😀

Yah mungkin dari luar kelihatannya asik, tapi sebenernya agak sulit juga mengatur waktunya. Pagi-sore kerja, malem kuliah, malem-tengah malem (kadang-kadang sampe pagi) organisasi… wtf,,, kapan tidurnya cuuyy….

Menjadikan ketiga hal tersebut menjadi seimbang sangat sulit, terlebih lagi saat saya diberikan kepercayaan untuk mengurusi perihal non-teknis persiapan perjalanan ekspedisi ke salah satu gunung di daerah Sumatra (Jambi). Benar-benar saya harus menghadapi pola hidup yang tidak sehat dari semua sisi. Hmm.. ini mulai menjadi bumerang bagi saya pribadi karena bisa-bisa ketiga hal tersebut menjadi berantakan dan tidak ada yang bisa diselamatkan.

Memilih Bukan berarti Mengorbankan melainkan Mempertahankan

Saat itu yang sudah dapat dipastikan adalah nilai semesteran yang hancur lebur😦 berarti tinggal 2 hal lagi yang dapat diselamatkan, apakah pekerjaan atau perjalanan ekspedisi? Pertimbangannya saat itu adalah apabila saya keluar dari pekerjaan hanya saya yang merasakan akibatnya (krisisi ekonomi cooy..) sedangkan apabila persiapan perjalanan ekspedisi yang berantakan maka begitu banyak orang yang merasakan dampaknya, dan mungkin saja perjalanan tersebut akan menjadi gagal total dan juga dapat berdampak tidak mengenakkan bagi mayoritas rekan-rekan yang sudah berusaha semaksimal mungkin demi ekspedisi pertama kami (calon anggota pada saat itu) ke luar jawa.

Dengan pertimbangan yang kuat dan dengan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Dosen saya yang baik hati, yang saya sampaikan melalui General Managernya saat itu, akhirnya saya memilih melepaskan pekerjaan dengan segala konsekuensinya dan mulai fokus ke hal terakhir yang bisa saya pertahankan pada saat itu, yaitu perjalanan ekspedisi ke Jambi.

Beberapa rekan bahkan keluarga sangat menyayangkan keputusan saya tersebut. Akan tetapi keputusan sudah dibuat dan tidak ada sama sekali penyesalan yang saya rasakan, karena lebih baik satu hal yang lebih utama berhasil daripada semua hal dipaksakan dan menjadi gagal sehingga menjadi penyesalan dikemudian hari. Prinsip yang saya amini tersebut saya coba kembali terapkan dan usahakan dengan semaksimal mungkin. Lebih baik mencoba satu dan gagal daripada tidak mencoba dan kehilangan semua kesempatan yang ada.

Foto Mapala UI dengan Rekan-Rekan Dari Mapala Mata Angin, STKIP Bangko, Jambi

Perjalanan tersebut akhirnya berjalan baik dengan segala kekurangannya. Pengorbanan yang tidak sia-sia :D… Nilai masih bisa diperbaiki di semester berikutnya, peluang karir masih bisa terbuka lebar, dan yang terpenting adalah naik gunung berjalan dengan sukses,,,,

” perjalanan terhebat didalam sejarah hidup saya, pengalaman yang belum tentu akan terulang lagi. “

Karena saya memilih bukan untuk mengorbankan tapi untuk mempertahankan, mulai dari hal yang utama dan sisanya akan mengalir dengan sendirinya. Pengalaman ini membuat saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini dan berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dikemudian hari. Hal itu karena…

Suatu perjalanan yang baik adalah dengan persiapan yang baik, Mapala UI “

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Kuliah, Kerja, dan Naik Gunung

  1. indra

    manteb semangat ka heexsa

  2. omzen

    Jd inget jaman diklat mau ambil m dulu .. jam 1 malem masih di pusgiwa .. pdhl paginy ada ujian mekanika kuantum .. bedanya saia pilih kuliah .. hehe .. #tepokjidat

    Nais share om .. kip posting eaaa .. #beer

    • haha ‘senasib’ nih kite bang omzen, tapi beda ambil keputusan ya.. hehehe.
      yang penting tetep semangat bang karena ‘Memilih Bukan berarti Mengorbankan melainkan Mempertahankan’, tergantung pada pilihan apa yang ingin kita pertahankan😀

      salam super lah ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: