Menyebrang di Jalan Raya Margonda ‘Bukan hanya soal waktu, tapi ini soal nyali !!!’

Sekitar bulan November tahun lalu, saya dan tujuh orang rekan lainnya mendapatkan tugas kantor untuk melakukan survey ke suatu tempat di luar kota. Survey yang akan dilakukan membutuhkan waktu seharian penuh sehingga kami pun memutuskan untuk berangkat lebih pagi agar semua pekerjaan disana dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Kami pun akhirnya sepakat bahwa perjalanan akan dilakukan esok hari tepatnya pukul 7 pagi Waktu Indonesia Bagian Ontime😀 hehehe… maklum terkadang kalau tidak dibilang mesti ontime biasanya suka ngaret datangnya.

Titik poin tempat kami berkumpul (meeting point) pun ditentukan tepat di depan Apartemen Margonda Residence jalan raya Margonda, Depok. Lokasi tersebut sengaja diambil dikarenakan mayoritas dari kami tinggal dikawasan Depok dan tepat di depan Apartemen Margonda Residence biasanya banyak terdapat kumpulan Taksi yang stand by disana, jadi rencananya setelah kami berkumpul semua disana dapat langsung menyewa taksi menuju ke tempat survey yang sudah ditentukan sebelumnya.

Saat pertama kali mendengar bahwa kami akan berkumpul di depan Apartemen Margonda Residence, saya langsung menerka-nerka dimanakah tempat tersebut berada. “Hmmm… sepertinya tempat tersebut tidak begitu asing terdengar”, setelah berfikir sejenak akhirnya saya teringat bahwa tempat tersebut tidak jauh dari lokasi kos-kosan saya yang berada di Jl. Sawo, Pintu Barel UI, Depok.  Lokasi itu tepatnya berada di sebelah timur jalan raya Margonda atau saya hanya perlu jalan sebentar menuju ke jalan raya Margonda dan menyebrang jalan raya tersebut untuk dapat sampai ke-TKP (Tempat Kejadian Pekara-red). Target lokasi sudah didapatkan, setting waktu sudah diatur, sekarang tinggal menghadapi hari esok yang masih menjadi misteri😀

Hari esok datang begitu cepat, tidak terasa hari sudah berganti. Matahari masih sembunyi-sembunyi, merayap pelan-pelan ke angkasa. Saya pun segera terbangun mempersiapkan diri dan peralatan yang akan digunakan untuk survey hari itu. Selepas shalat subuh dan membeli roti di warung kelontong di depan kosan, saya pun mulai beranjak menuju ke meeting point. Berjalan dengan santai ke arah timur melewati kos-kosan lain dan gang sempit sambil sesekali melahap roti yang dibeli di warung tadi akhirnya saya sampai di Jalan raya Margonda tidak sampai 5 menit lho😀 hehehe. Untung saja saya jalannya slow-slow (tidak cepat-cepat-red) jadinya tidak terlalu ke-‘subuhan’ datangnya😀

 

  View Jalan Raya Margonda

Tepat di Jalan raya Margonda kira-kira sekitar pukul 06.30 pagi saat itu terlihat lalu-lalang kendaraan ramai lancar, semua jenis kendaraan berkumpul disana mulai dari mobil pribadi, motor, bis besar, kopaja, mikrolet, taksi, sampai sepeda pun ikut berlomba-lomba memadati jalan raya tersebut. Arus kendaraan yang menuju kearah utara (Jakarta) terlihat begitu padat, sangat kontras dengan jalan disebelahnya yang menuju selatan (Depok) yang hanya dilalui oleh satu-dua kendaraan saja dalam hitungan menit. Sebagai jalan raya utama dan memiliki jalur yang cukup lebar membuat kendaraan yang melalui jalan tersebut berjalan dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Sebagai seorang pejalan kaki saya berfikir bahwa saya harus menemukan waktu yang tepat untuk dapat melintasi jalan raya tersebut menuju ke tempat pertemuan yang sudah didepan mata. Menunggu jeda jarak diantara kendaraan yang cukup lebar supaya saya dapat lewat diantara kendaraan tersebut ternyata cukup sulit karena setiap kendaraan yang lalu-lalang memiliki kecepatan yang begitu tinggi, apalagi pada kendaraan ber ‘motor’ dimana sesekali saya melihat mereka mengendarai dengan ugal-ugalan dan berjalan zig-zag sehingga sulit diprediksi kearah mana mereka akan lewat.

Menunggu kurang lebih 5 menit ternyata kesempatan yang ditunggu belum juga datang, akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa perlengkapan yang terlupa terlebih dahulu di mini market pinggir jalan. Keluar dari mini market saya pun kembali ke medan perang, tetapi strategi saya kali ini adalah dengan mencoba melintasi jalan melalui zebra cross dengan harapan pengguna kendaraan akan lebih mengurangi kecepatannya saat melihat tanda khusus untuk penyebrang jalan tersebut.

sekali lagi waktu yang ditunggu tidak kunjung datang, sebagai warga negara yang baik (saat itu :D) saya berusaha bersabar dan menunggu kesempatan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.55 pagi dan kesabaran saya pun habis ditelan gemuruh kendaraan dan debu-debu yang berterbangan (halagh..) akhirnya saya memutuskan bahwa ini adalah soal nyali… kita lihat siapakah pemenang sebenarnya dijalan ini, Pejalan kaki atau kendaraan bermotor yang mengesalkan itu… jreng..jreng…

To Be Continue…

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Menyebrang di Jalan Raya Margonda ‘Bukan hanya soal waktu, tapi ini soal nyali !!!’

  1. poppy

    Adoooh gmn sih kan wkt TK smp SD udah diajarin kl nyebrang tuh hrs ditangga penyebrangan atau zebra crooss. Kl dizebra croosss tinggal lambaikan tanganmu, kl mlm hari jgn gunakan pakaian hitam karna saru dan biasakan bc Bismillahirohmanirohim dgn suara terdengar setiap mau menyebrang & melakukan apapun. Selain nyali yg tinggi tp tetap hrs hati2 gt dech. Good Luck yeah

  2. raboensentdja

    hehe… sabar mba popeye, ceritanya belom selesai… silahken baca post berikutnya nih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: