Berjalan tanpa henti di dunia “Fixie”

Baru sehari menapakkan kaki di rumah, saia sudah dikejutkan dengan tongkrongan baru. Yup tongkrongan itu tidak lain tidak bukan adalah sebuah sepeda yang pernah saia lihat sebelumnya di sebuah acara salah satu stasiun televisi swasta, sepeda itu berasal dari etnis yang disebut “Fixie”.

Pada dasarnya fixie tidaklah seperti sepeda biasa. Sepeda jenis ini memiliki gerigi roda belakang yang tidak dinamis (terkunci) mengikuti pedal, sehingga apabila pedal dikayuh kebelakang roda pun akan menggelinding ke belakang. Karena hal itulah sepeda ini disebut sepeda fixie (fixed gear). Keunikan lain yang ditemukan dari sepeda ini yaitu sama sekali tidak memiliki rem🙂 wowwowowowowoow. Awalnya saia kira rakitan sepedanya belum final, tapi ternyata memang demikian adanya. Jadi untuk mengerem kita harus menggunakan kekuatan kaki untuk menahan pedal , pastinya terlihat cukup sulit bagi saia yang belum terbiasa dengan sepeda jenis ini.

Sepeda ini juga bisa dibilang mengemban nilai-nilai minimalis atau mungkin menghindari pengeluaran yang banyak🙂 hehehe (ngirit.com) yah tergantung penilaian masing-masing orang, tapi menurut saia sepeda ini cukup menarik karena tampilannya yang sederhana dan menggunakan komponen-komponen (frame dan ban) yang ringan. Ban sepeda Fixie cukup tipis, sehingga ringan ketika di genjot. Sangat cocok digunakan di jalanan kota yang melelahkan, terlebih lagi bentuk stang yang unik dibuat lebih pendek sehingga bisa menyelinap diantara kemacetan kendaraan. Bentuk Velg atau Rim fixie yang juga cukup unik dan bevariasi, menambah kebanggaan tersendiri dalam mengendarainya (dijamin akan menjadi tontonan orang-orang sekampung apalagi bila mengendarainya tanpa busana🙂 ).

Akhirnya saia mendapatkan kesempatan dari kakak saia untuk menjadi orang pertama yang mencoba sepeda rakitan tersebut. Hmmm…. Sempat berfikir saia jadi kelinci percobaan nih, bisa saja nyusruk (*bahasa Betawi yang disempurnakan) atau mungkin nabrak cucian tetangga atau mungkin juga bisa menjadi headline Koran “Lampu Kuning” akibat menjadi korban kebrutalan kucing-kucing liar yang mengganggu tikus-tikus berdasi (lho !!). yah pokoknya semacam itulah karena memang sepeda tanpa rem bukanlah hal yang biasa bagi saia, terlebih lagi proses pengereman tidak semudah teorinya, bisa-bisa kaki terkilir karena menahan laju pedal. Selama proses uji coba saia selalu menggunakan gigi satu karena memang tidak bisa pindah gigi🙂

Prinsip alone-alone as al. clock one (alon-alon asal klakon-red) tentu saja saia terapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena kecepatan yang tidak diimbangi dengan perlambatan atau rem akan berakibat fatal. Untuk itulah cara mengerem adalah teknik paling penting dan harus dikuasai dalam mencoba fixie, dan setelah melakukan percobaan beberapa kali, teknik pengereman yang cukup berhasil adalah mengurangi putaran pedal secara bertahap, bukan dilakukan secara tiba-tiba dan posisi badan pun perlu dialihkan atau condong ke depan untuk mendapatkan hasil pengereman yang maksimal dan aman. Alhasil sepeda ini bisa saia bilang cukup memuaskan walau dengan kecepatan yang harus tetap dijaga.

Perkembangan sepeda dewasa ini bukan hanya menjadi moda transportasi alternatif dijalanan ibukota yang padat, tetapi juga menjadi gaya hidup (lifestyle) anak muda saat ini sehingga fixie bisa diterima dan menjadi pilihan karena memiliki tantangan tersendiri dan lebih menarik dengan sistem kerja yang terbilang unik.

– Selamat mencoba –

Categories: Cerita Lepas | Tags: , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Berjalan tanpa henti di dunia “Fixie”

  1. ranselbutut

    Coba di drh lembang bun.. Naik turun Tampa rem.. Ituuu bru namanya tantangan berandrenalin. Wkwk~ btw nice posting gan! Monggo dilanjutkeun🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: