‘Mengenang Pintu Barel’ Realita dan Perjuangan Menjadi Mahasiswa

Tidak terasa sebentar lagi periode saya sebagai ‘Mahasiswa’ (Senior) akan segera berakhir. Kurang lebih 2,5 tahun lamanya berkutat dengan buku-buku, kode-kode program yang ‘jlimet’, ujian, dan tugas-tugas kuliah. Mungkin bagi sebagian rekan-rekan mahasiswa lain hal ini tidak terasa, tiba-tiba saja sudah memasuki masa-masa semester akhir. Tapi bagi saya hal ini begitu terasa dan banyak hal yang saya perjuangkan selama bergelut dengan kerasnya dunia pendidikan😀

Maklum saja hampir 3 tahun setelah lulus Diploma dahulu kala tidak pernah lagi sibuk dengan urusan pendidikan, terlebih lagi selama melanjutkan studi ini banyak hal yang menjadi pertimbangan saya, baik itu biaya kuliah yang cukup besar maupun biaya hidup selama melanjutkan pendidikan ini.

Dengan dana yang terbatas tersebut akhirnya saya memutuskan untuk mencari kos-kosan yang murah dan dekat dengan fakultas tempat saya mengenyam pendidikan. Hal ini perlu dilakukan karena rata-rata jadwal kuliah biasanya berlangsung hingga malam hari sekitar pukul 21.30 malam dan juga sulitnya transportasi di tempat tinggal saya dibilangan Bekasi Barat pada malam hari.

Observasi pun dilakukan untuk mencari kos-kosan dengan harga yang ‘realistis’ untuk ukuran saya. setelah ditelusuri akhirnya pilihannya pun jatuh ke sebuah kos-kosan di Jl. Sawo, Kampus UI Depok. Harga sewa yang cukup murah dan dekat dengan fakultas menjadi poin penting dalam pencarian ini. Terlebih lagi daerah ini juga dekat dengan Stasiun UI sehingga memudahkan akses menuju Jakarta dan sekitarnya. Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , | Leave a comment

“Kota Tua” Jakarta, Eksotisme dan Sejarah Kota Tempo Doeloe

Kota Jakarta adalah kota yang selalu identik dengan bangunan pencakar langitnya yang megah dan modern. Gegap gempita kehidupan kotanya yang selalu ‘membangun’ membuat kawasan ini menjadi ikon sebuah ‘kota besar’ bagi kota-kota lainnya di Indonesia. Yah, walaupun masih banyak ‘PeEr’ disana-sini menurut saya pembangunan di Jakarta memang cukup pesat. Banyaknya bangunan-bangunan modern yang ‘setinggi langit’ terkadang membuat mata ini jenuh. Penat dengan segala rutinitas pekerjaan membuat saya menginginkan sebuah suasana baru, tempat yang nyaman dan tidak terlalu jauh dengan lokasi domisili saya saat itu di bilangan Jakarta Selatan, yah kalau bisa sih masih di sekitar Jakarta saja karena waktu libur akhir pekan yang pendek dan masih banyak tugas yang harus diselesaikan.

Hmm… berfikir sejenak, dimana ya…. Tiba-tiba saja terbersit sebuah nama yaitu ‘Kota Tua’ Jakarta, nama yang tidak asing terdengar tetapi belum pernah sekalipun saya menjejakkan kaki disana.

Dengan berbekal semangat yang kuat dan informasi dari ‘mbah’ google akhirnya saya memutuskan untuk mencoba pergi kesana tentunya seperti biasa ‘ngomporin’ dulu teman-teman yang lagi pada ‘galau’ untuk ‘capcus’😀 Yah dari pada pusing sendirian dan minum baygon mending jalan-jalan selaw kan. hehehe Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , , , | Leave a comment

Kuliah, Kerja, dan Naik Gunung

Tidak terasa, sudah 6 tahun berlalu sejak pendakian resmi perdana saya tahun 2006 bersama rekan-rekan semasa kuliah dahulu di Bogor. Hal ini mengingatkan kembali begitu banyak kenangan manis dan pahit yang tidak bisa terlupakan disana. Bahkan hingga saya bekerja dan hingga saat inipun momen selama perjalanan tersebut tidak dapat dilupakan.


view pemandangan pangarango dan perjalanan menuju Mandalawangi

Mendaki gunung lewati lembah sebenarnya bukanlah hal yang asing terdengar terutama bagi keluarga saya. Semenjak kecil kami (saya dan kakak2) sudah diperkenalkan terutama oleh ayah saya yang suka berpetualang jogging lintas alam melewati hutan, lembah, gunung, dan persawahan. Katanya (Ayah) sih mengenang masa mudanya dulu yang serba kesulitan dimana untuk mencapai sekolah saja harus berjalan kaki puluhan kilometer jauhnya. Yah apapun itu akhirnya menurun kebiasaan tersebut terutama kepada saya, sehingga jadi terbiasa jalan kaki😀 sebenernya irit ongkos juga sih. Hehehe. Biasanya sih yang menurut orang lain itu jauh menurut saya itu tidak terlalu lah, hitung-hitung olah raga.

Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , , , , , , | 4 Comments

Menyebrang di Jalan Raya Margonda ‘Bukan hanya soal waktu, tapi ini soal nyali !!!’ – Lanjutan

Cerita Sebelumnya :  Bagian Pertama

Cerita Sebelumnya…

Keluar dari mini market saya pun kembali ke medan perang, tetapi strategi saya kali ini adalah dengan mencoba melintasi jalan melalui zebra cross dengan harapan pengguna kendaraan akan lebih mengurangi kecepatannya saat melihat tanda khusus untuk penyebrang jalan tersebut. sekali lagi waktu yang ditunggu tidak kunjung datang, sebagai warga negara yang baik (saat itu :D) saya berusaha bersabar dan menunggu kesempatan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.55 pagi dan kesabaran saya pun habis ditelan gemuruh kendaraan dan debu-debu yang berterbangan (halagh..) akhirnya saya memutuskan bahwa ini adalah soal nyali… kita lihat siapakah pemenang sebenarnya dijalan ini, Pejalan kaki atau kendaraan bermotor yang mengesalkan itu… jreng..jreng…

Jalan Margonda dan Strategi Garis Keras

Tangan saya pun mulai diangkat keatas memperlihatkan telapak tangan ke arah kendaraan yang lewat sebagai tanda ‘STOP’ kepada mereka bahwa saya akan melalui jalan ini sebentar dan zebra cross sebagai saksinya😀 hehe… Percobaan pertama gagal total, hanya sebagian kecil kendaraan yang memelankan laju kendaraannya dan akhirnya saya terhempas kembali kebelakang. Percobaan berikutnya kembali gagal dengan permasalahan yang sama. Percobaan ketiga saya sudah hilang kesabaran, saya angkat tinggi-tinggi tangan keatas dengan menggunakan gaya Hitler (tanpa kumis ala Jojon tentunya :D) melalui jalan dengan percaya diri (hanya beberapa detik) hingga tepat di tengah jalan kendaraan yang bernama ‘motor’ tidak mau melambatkan kecepatannya malah mencoba menghindari berbelok beberapa meter dengan maksud melalui jalan di belakang saya dan saya pun terus melaju secara perlahan untuk menghindari gerakan yang tidak diinginkan.

Berdasarkan pengalaman saya, kemungkinan besar seseorang penyebrang jalan ditabrak adalah keragu-raguan mereka dalam melintasi jalan sehingga membingungkan pengguna kendaraan terutama ‘motor’ untuk memprediksi apakah penyebrang jalan akan terus ke melaju kedepan atau malah mundur ke belakang, yaahh… seperti yang kita ketahui bersama apabila ada penyebrang jalan idealnya kendaraan akan berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan mereka lewat tapi tidak di negeri ‘JABODETABEK’ ini pengguna kendaraan akan melihat celah mana mereka dapat lewat sehingga tidak perlu memberhentikan kendaraannya sedikitpun😦. Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi volume kendaraan yang padat dengan tidak disediakannya fasilitas penyebrangan jalan yang memadai membuat urusan ‘Jalan’ ini menjadi begitu carut-marut (ribet pokoknya lah –red🙂 )

Ilustrasi: Kepadatan Lalu-lintas Jalan Raya Margonda

Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , | Leave a comment

Menyebrang di Jalan Raya Margonda ‘Bukan hanya soal waktu, tapi ini soal nyali !!!’

Sekitar bulan November tahun lalu, saya dan tujuh orang rekan lainnya mendapatkan tugas kantor untuk melakukan survey ke suatu tempat di luar kota. Survey yang akan dilakukan membutuhkan waktu seharian penuh sehingga kami pun memutuskan untuk berangkat lebih pagi agar semua pekerjaan disana dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Kami pun akhirnya sepakat bahwa perjalanan akan dilakukan esok hari tepatnya pukul 7 pagi Waktu Indonesia Bagian Ontime😀 hehehe… maklum terkadang kalau tidak dibilang mesti ontime biasanya suka ngaret datangnya.

Titik poin tempat kami berkumpul (meeting point) pun ditentukan tepat di depan Apartemen Margonda Residence jalan raya Margonda, Depok. Lokasi tersebut sengaja diambil dikarenakan mayoritas dari kami tinggal dikawasan Depok dan tepat di depan Apartemen Margonda Residence biasanya banyak terdapat kumpulan Taksi yang stand by disana, jadi rencananya setelah kami berkumpul semua disana dapat langsung menyewa taksi menuju ke tempat survey yang sudah ditentukan sebelumnya.

Saat pertama kali mendengar bahwa kami akan berkumpul di depan Apartemen Margonda Residence, saya langsung menerka-nerka dimanakah tempat tersebut berada. “Hmmm… sepertinya tempat tersebut tidak begitu asing terdengar”, setelah berfikir sejenak akhirnya saya teringat bahwa tempat tersebut tidak jauh dari lokasi kos-kosan saya yang berada di Jl. Sawo, Pintu Barel UI, Depok.  Lokasi itu tepatnya berada di sebelah timur jalan raya Margonda atau saya hanya perlu jalan sebentar menuju ke jalan raya Margonda dan menyebrang jalan raya tersebut untuk dapat sampai ke-TKP (Tempat Kejadian Pekara-red). Target lokasi sudah didapatkan, setting waktu sudah diatur, sekarang tinggal menghadapi hari esok yang masih menjadi misteri😀

Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , , | 2 Comments

Taman Menteng ‘Oase Ditengah Rimbunnya Pencakar Langit Ibukota’

Lahir dan menjalani masa kecil di perkampungan kecil segitiga emas ibukota, tepatnya di kawasan menteng atas, Jakarta selatan, membuat saia mengenal beberapa kawasan menarik yang ada disana. Mulai dari Jl. HR. Rasuna Said, kuningan, sampai kawasan cassablanca cukup hatam dalam ingatan, lumayan lah tidak memalukan apabila ada orang yang bertanya sekitar daerah situ walaupun tidak seluruhnya diingat, maklum perkembangan kota Jakarta yang begitu pesat membuat saia terkadang kaget dengan perubahan drastis yang terjadi disana. Mulai dari tanah pekuburan yang berubah jadi rimbunan apartemen mewah sampai pasar tradisional yang mulai berubah menjadi tertata rapi dan modern, walaupun konon kabarnya tetap akan kena gusur🙂 yah itulah fenomena yang terjadi di segitiga emas Jakarta.

Pengetahuan yang cukup lumayan membuat seorang teman kantor yang berasal dari luar daerah meminta saia menjadi guide untuk sekedar berjalan-jalan mencari suasana baru di kawasan tersebut. Walaupun masih amatir tanpa pikir panjang saia langsung meng’iya’ kan saja ajakan tersebut, yah hitung-hitung me’refresh’ lagi ingatan nostalgia jaman dulu.

Berdasarkan prediksi kemungkinan kami hanya akan bermain-main disekitaran Jl. HR. Rasuna Said dengan spot-spot yang dikunjungi antara lain GOR soemantri brojonegoro, pasar festival, apartemen rasuna said, mesjid bakrie, dan yang terakhir adalah makan bakso tenis di gang sempit kampung belakang apartemen (menteng atas) sepertinya kesemuanya itu sudah cukup menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengeksplorasinya Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , , , | 6 Comments

Berjalan tanpa henti di dunia “Fixie”

Baru sehari menapakkan kaki di rumah, saia sudah dikejutkan dengan tongkrongan baru. Yup tongkrongan itu tidak lain tidak bukan adalah sebuah sepeda yang pernah saia lihat sebelumnya di sebuah acara salah satu stasiun televisi swasta, sepeda itu berasal dari etnis yang disebut “Fixie”.

Pada dasarnya fixie tidaklah seperti sepeda biasa. Sepeda jenis ini memiliki gerigi roda belakang yang tidak dinamis (terkunci) mengikuti pedal, sehingga apabila pedal dikayuh kebelakang roda pun akan menggelinding ke belakang. Karena hal itulah sepeda ini disebut sepeda fixie (fixed gear). Keunikan lain yang ditemukan dari sepeda ini yaitu sama sekali tidak memiliki rem🙂 wowwowowowowoow. Awalnya saia kira rakitan sepedanya belum final, tapi ternyata memang demikian adanya. Jadi untuk mengerem kita harus menggunakan kekuatan kaki untuk menahan pedal , pastinya terlihat cukup sulit bagi saia yang belum terbiasa dengan sepeda jenis ini.

Sepeda ini juga bisa dibilang mengemban nilai-nilai minimalis atau mungkin menghindari pengeluaran yang banyak🙂 hehehe (ngirit.com) yah tergantung penilaian masing-masing orang, tapi menurut saia sepeda ini cukup menarik karena tampilannya yang sederhana dan menggunakan komponen-komponen (frame dan ban) yang ringan. Ban sepeda Fixie cukup tipis, sehingga ringan ketika di genjot. Sangat cocok digunakan Continue reading

Categories: Cerita Lepas | Tags: , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.